Ku Lari ke Pantai
Hai hai hai!! Selamat datang
kembali di blog saya! Kalau kalian baca judulnya, apa yang ada dipikiran kalian
pertama kali? Judul sebuah film kah? Itu tidak salah, tetapi kali ini saya
tidak akan bercerita tentang film “Ku Lari ke Pantai”, namun saya akan
bercerita tentang salah satu kegemaran saya, yaitu berlari ke pantai. Jika
kalian sudah membaca posting-an saya
yang terakhir, kalian pasti tahu apa cita-cita saya. Yaa, cita-cita saya adalah
menjadi seorang oseanografer. Sepertinya memang sudah terbawa dari kecil untuk
menyukai sesuatu yang berhubungan dengan air. Pertama karena papa saya memiliki
kegemaran untuk memancing. Setiap pulang kampung, papa saya tidak pernah lupa
untuk membawa alat pancingnya. Mau mincing di mana, itu urusan nanti yang alat
pancing sudah siap. Tak hanya itu, sejak tahun 2011, secara rutin setiap tahun
saya dan keluarga saya pasti menyempatkan diri untuk sehari berlibur ke pantai
saat pulang kampung. Ntah hanya berempat saja, atau tidak bersama dengan
keluarga besar. Karena kampung saya di Jogja, maka pantai-pantai yang terdekat
berada di daerah Wonosari, lebih tepatnya disepanjang pantai selatan. Selain
jaraknya lebih dekat dibandingkan dengan pantai utara Jawa, ombak di pantai
selatan ini cukup besar. Saat pulang kampung, kita hanya tinggal memilih pantai
mana yang ingin dikunjungi, dan biasanya kita mengunjungi pantai-pantai yang
masih sepi pengunjung sehingga pantainya masih bersih.
Pantai yang pertama kali saya
kunjungi selama hidup saya adalah Pantai Ancol. Pantai Ancol ini kurang menarik
karena letaknya berada di utara pulau Jawa, sehingga lautnya tenang dan tak
berombak. Pantai yang kedua adalah salah satu pantai yang ada di Lampung.
Uniknya saat ke pantai tersebut saya menemukan ubur-ubur kecil yang tidak
menyengat. Baru mulai tahun 2011 saya dan keluarga besar saya berkunjung ke
pantai-pantai disepanjang pantai selatan. Pantai pertama yang saya datangi
bernama Pantai Siung. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang jaraknya
cukup jauh dari Kota Jogja dan sudah hamper mendekati Jawa Timur. Pengalaman
saya pergi ke pantai memberikan kesan yang sangat indah. Biasanya kami pergi ke
pantai pada pagi hari, lalu makan siang di rumah teman papa saya yang letaknya
di Wonosari, lalu pukul 1 siang baru berangkat ke pantai dan kira-kira sampai
di pantai pukul 3 sore agar tidak terlalu malam. Tak lupa kami selalu menikmati
sunset terlebih dahulu, baru sekitar
pukul 6 sore kembali pulang ke Jogja. Semenjak tahun 2011 itu, saya sudah
mengunjungi berbagai pantai. Dari pantai-pantai yang sudah saya kunjungi, ada
beberapa pantai yang memang benar-benar indah menurut saya. Yang pertama adalah
Pantai Siung yang memberikan kesan indah pada awal petualangan saya mengunjungi
pantai-pantai disepanjang pantai selatan. Yang membuat menarik dari pantai ini
adalah adanya tebing alami yang digunakan sebagai tempat panjat tebing. Selain itu
terdapat pula mushroom rock yaitu
batu berbentuk jamur yang terbetuk akibat pengikisan dari material-material
kecil yang dibawa oleh angin. Yang kedua adalah Pantai Ngobaran. Pantai ini
menyajikan beberapa candi dan patung kecil yang membuat pengunjungnya merasa
berada di Bali dengan pemandangan laut yang sangat indah. Pantai ketiga adalah
Pantai Drini. Yang menjadi daya tarik dari pantai ini adalah terdapat sebuah
pulau kecil yang letaknya sangat dekat dengan pantai. Saat air laut surut, pantainya
masih menyambung dengan pulau tersebut, namun saat air laut pasang, pulau
tersebut seperti benar-benar berada di atas laut. Pantai ini cukup luas dan
masih sepi pengunjung. Pantai favorit saya yang terakhir adalah Pantai
Wediombo. Pantai ini masih sangat sepi dan bersih karena jaraknya yang sangat
jauh dari kota dan sudah benar-benar dekat dengan Jawa Timur. Pantai ini merupakan
bekas dari gunung api purba, sehingga terbentuk sebuah “kolam alami” yang
letaknya cukup tersembunyi, yaitu dibaik tebing yang tidak terlalu tinggi. Kola
mini sangat jernih dan sangat keren. Saat saya berkunjung ke sana, ombaknya
sedang tinggi dan sangat sepi pengunjung, sehingga saya tidak berani masuk ke
dalam kolam tersebut karena kolam tersebut memiliki kedalam sekitar 1,5 meter.
Namun, pemandangan dari dekat kolam sangatlah luar biasa.
Kalian pastinya pernah mendengar
tentang penguasa laut selatan, bukan lain adalah Nyi Roro Kidul. Konon katanya
jika kita berkunjung ke pantai selatan menggunakan pakaian berwarna hijau kita
akan terseret oleh ombak dan tenggelam di dalam laut karena hijau merupakan
warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Dan katanya arwah dari korban tersebut akan
dijadikan tentara atau budak di kerajaan gaib Nyi Roro Kidul. Mitos tersebut
boleh saja dipercaya, boleh juga tidak. Tetapi jika dipikir dengan akal sehat,
larangan tidak tertulis tersebut sebenarnya bermaksud untuk mengingatkan
masyarakat yang sedang bermain di pinggir pantai agar berhati-hati karena jika
tidak sengaja terseret ombak yang besar, mereka yang berpakaian hijau dan biru
akan sulit dicari karena warna pakaiannya menyerupai dengan warna air laut,
sehingga lebih sulit untuk diselamatkan. Walaupun cukup menyeramkan, tetapi
jika kita tetapi berhati-hari dan tidak berenang ke tengah laut, kita pasti
akan selamat. Tidak ada salahnya untuk sekali-sekali berkunjung ke pantai, sejenak
meninggalkan kegiatan sehari-hari, menikmati angin laut, mendengar bunyi
deburan ombak yang menabrak batu-batu karang sambil melihat indahnya sunset di garis cakrawala. Yaa, sekian
cerita tentang salah satu kegemaran saya. Semoga pantai-pantai yang saya
kunjungi ini dapat memberikan rekomendasi tempat berlibur alam di Yogjakarta.
Sampai jumpa pada cerita-cerita selanjutnya!!




Komentar
Posting Komentar