Clara atau Elen?
Kemarin ulangan eksponen, hari
ini ulangan matriks, besok ulangan gelombang plus hidrokarbon, terbaik! Oke,
sebelum saya menceritakan kehidupan saya yang terlihat kurang menyenangkan,
salah satunya seperti yang saya tulis di atas, bolehlah saya memperkenalkan
diri terlebih dahulu. Hai! Nama saya Clara Helena Putri, di sekolah biasa
dipanggil Clara sedangkan di rumah biasa dipanggil Elen. Begini kronologi
terjadinya perbedaan nama di area sekolah dan area tempat tinggal saya. Dulu
sekali sebelum saya dilahirkan, papa saya sedang dalam perjalanan naik travel.
Di travel tersebut, ada seorang penumpang perempuan bernama Elen yang menurut papa saya perempuan itu memiliki sifat yang
baik dan banyak bicara. Papa saya ternyata menginginkan anak yang seperti itu,
sehingga ia memberikan nama saya Helena dengan nama panggilan Elen. Lalu saat
saya TK B, guru-guru sering kesulitan mencari buku milik saya karena nama yang
tertera dibuku adalah Elen, bukan Clara yang merupakan nama depan. Sehingga
untuk mempermudah guru-guru, mulai saat SD saya dipanggil Clara karena nama
yang tertera disetiap buku saya adalah Clara.
Saya dilahirkan di Jakarta 35
tahun setelah hari Super Semar, tepatnya hari Minggu, 11 Maret 2001 pukul 09.05
WIB melalui persalinan normal dengan panjang 50 cm dan berat tepat 3 kg. Kurang
lebih 5 tahun setelah saya dilahirkan, mama saya melahirkan seorang adik
perempuan yang diberi nama Monica. Bersama dengan keluarga kecil ini, saya tinggal
disebuah rumah sederhana di daerah Cakung. Ingin mengingatkan saja bahwa Cakung
bukan di Bekasi namun masih bagian dari Jakarta Timur. Dari Cakung saya harus
menempuh jarak kurang lebih 15 km untuk dapat sampai di sekolah yang letaknya
tepat di depan Lapangan Banteng, yaitu SMA Santa Ursula. Saat ini saya duduk
dikelas 12 dengan jurusan IPA. Mengapa saya memilih jurusan IPA? Bukan karena
orang tua menuntut saya untuk masuk jurusan tersebut, tetapi karena saya tidak
suka pelajaran ekonomi dan bahasa. Sebenarnya saya suka pelajaran-pelajaran IPS
seperti sejarah dan geografi, namun saya tidak sanggup jika harus berhadapan
dengan ekonomi. Diluar kegiatan saya belajar pelajaran IPA, saya memiliki hobi
membaca buku fantasi. Selain dapat menghilangkan kepenatan, kegiatan ini juga
mendukung hobi saya yang kedua, yaitu berhayal.
Yaa, kira-kira baru ini yang bisa
saya ceritakan tentang kehidupan saya. Masih banyak cerita lain yang ingin saya
sampaikan dilain waktu. Semoga cerita yang saya tulis ini dapat menghibur
kalian para pembaca. Oh ya, mengenai harapan papa saya memberi saya nama Elen
ternyata tidak terwujud, karena ternyata saya orangnya pendiam. Sampai jumpa
dicerita selanjutnya!!

semoga bisa jadi penulis beneran yaa!
BalasHapus