Gomez Jilid 1 (2)
Hai lagi!! Seperti yang sudah
saya katakan, saya akan melanjutkan cerita kemarin yang belum selesai. Terakhir
kali saya bercerita sudah sampai pada hari berair. Pertama hari diawali dengan
pemandangan indah puncak Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan hutan pinus yang
terletak di Gunung Kidul, Bantul. Sekitar pukul 9 pagi, kami melanjutkan ke
destinasi yang sudah sangat ditunggu-tunggu yaitu Goa Pindul. Selama 15 tahun
ke Jogja, baru kali ini saya berkesempatan untuk berlibur ke Goa Pindul. Untung
saja saat saya ke sana sedang tidak musim hujan, sehingga arusnya tidak deras
dan tidak membahayakan. Setelah puas berenang di Goa Pindul, kami pindah
sedikit ke sebuah sungai yang letaknya tidak jauh dari situ, yaitu Sungai Oyo.
Berenang di sungai ini lebih asik dan menantang karena arusnya cukup deras,
namun tidak membahayakan. Sungai tersebut cukup dalam, sehingga kaki tidak
dapat menampak pada dasarnya. Di sungai ini kami juga dapat melompat dari
ketinggian 4 m dan 8 m. Saya hanya berani mencoba melompat dari ketinggian 4 m
saja, dan walaupun pendek, tetap saja rasanya semenakutkan itu. Setelah puas
berenang di Sungai Oyo, kira-kira pukul 1 siang kami bersih-bersih dan
mengeringkan tubuh, namun tidak mandi karena setelah ini kami lanjut snorkeling di Pantai Sadranan. Pukul 3
sore kami sudah sampai di Pantai Sadranan yang terletak di sepanjang pantai
selatan Pulau Jawa. Saat kami ke sana, pantainya sangatlah sepi, mungkin hanya
kami dan dua keluarga lain saja yang datang, sehingga pantai ini sudah seperti
pantai pribadi kami. Kami snorkeling
sambil menunggu sunset. Sunset-nya terlihat dengan jelas dan
sangat indah sambil menikmati angin sore dan mendengarkan bunyi ombak yang
menerjang pantai. Setelah matahari terbenam, kami langsung mandi sampai bersih
karena sudah tidak mandi dari pagi. Karena kegiatan hari ini sangatlah
melelahkan, kami menjadi sangat lapar. Langsung kami mencari rumah makan, dan
lanjut lagi makan roti bakar di “Bukit Bintang” sambil bercerita-cerita. Tak disangka,
ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Langsunglah kami menutup
pembicaraan. Sesampainnya di rumah, tentu saja kami tidak langsung istirahat. Setelah
bersih-bersih, kami langsung melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Karena
terlalu asiknya mendengar cerita, lagi-lagi kami mendengar bunyi orang-orang
berteriak dan kentungan-kentungan yang dipukul untuk membangunkan warga
sekitar. Hari ini kami baru tidur pukul 3 pagi.
Untuk ketiga kalinya, alarm-alarm
itu mampu mengagetkan kita semua yang sedang nyenyak tidur. Waktu menunjukkan
pukul 5 pagi, dan kami langsung bangun. Kami berangkat kira-kira pukul 7 tanpa
mandi lagi karena hari ini adalah hari berair 2.0. Kami berangkat pagi lagi
karena kami mampir terlebih dahulu ke Candi Sambisari untuk jalan-jalan pagi.
Saat itu candi belum ada pengunjung, karena masih terlalu pagi untuk
dikunjungi. Setelah mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk memanaskan
tubuh, kami melanjutkan perjalan ke Umbul Ponggok di daerah Klaten. Umbul
Ponggok adalah sebuah kolam yang cukup besar dan bersih yang di dalamnya
terdapat berbagai macam ikan. Pengunjung dapat ikut berenang bersama ikan-ikan,
begitu pula dengan saya dan teman-teman saya yang sangat puas berenang
mengitari kolam bersama ikan-ikan. Kira-kira pukul 2 siang, kami mengakhiri
petualangan kami bersama ikan-ikan di kolam dan melanjutkan perjalanan menuju
ke De Mata dan De Arca. Di sana kami berfoto-foto dengan background yang seolah-olah 3D dan kami juga dapat berfoto dengan pautng
tokoh-tokoh dunia. Tak sengaja kami bertemu dengan keluarga dari anak didik
misdinar kami. Setelah itu kami kelaparan dan mampir ke rumah makan “Mie Godog”.
Kebetulan sekali saat itu sedang gerimis, lalu kami makan mie rebus dan meminum
segelas teh hangat, sangat nikmat. Setelah memenuhi perut yang kosong, kami
pergi ke Kalimilk. Di sana dijual susu dengan porsi besar namun harganya sangat
terjangkau dan tempatnya pun nyaman untuk berkumpul bersama teman. Lagi-lagi
sesuai dengan firasat saya, kami bertemu kembali dengan keluarga anak didik
misdinar kami. Ini sungguh kebetulan. Tepat pukul 10 malam, kami kembali ke
rumah, karena besok subuh kami harus sudah berangkat untuk mengejar sunrise.
Kami sampai di rumah pukul 11
malam. Rasanya nanggung jika harus tidur karena nanti pukul 1 kami harus mandi
dan jam 3 sudah harus berangkat. Kami sangat antusias untuk melihat sunrise, sehingga sambil menunggu mandi,
kami ramai-ramai menonton film “National
Treasure : Book of Secret” yang ditampilkan pada televisi di ruang tamu. Pas
sekali filmnya selesai pukul 1 pagi, lalu saya dan seorang teman saya mandi. Ini
adalah pengalaman pertama kali saya mandi dan keramas pukul 1 pagi dengan air
yang super dingin, sedingin es batu. Namun sangat disayangkan, Tuhan berkata
lain. Pukul 2 pagi hujan turun dengan sangat lebat, membuat kami gagal untuk
melihat sunrise. Semua orang terlihat
kesal dan kecewa, lalu langsung tidur. Karena tempat saya tidur diambil teman
saya, maka terpaksa saya harus tidur di sofa ruang tamu. Untuk saja ada teman
saya lainnya yang juga tidur di sofa ruang tamu. Jujur saja, saat itu saya
sangat kesal, sudah tidak jadi melihat sunrise,
tempat tidur pun diembat oleh teman saya. Ingin marah sih saat itu, tetapi apa
boleh buat, tubuh sudah sangat lelah, jadi terima sajalah yang ada. Sepanjang hari
kami semua terlihat kesal karena telah dikecewakan oleh hujan. Namun ada satu
hal yang mampu membangkitkan kembali semangat kami. Apakah itu? To be continue…


Komentar
Posting Komentar