Teman Senasib dan Sepenanggungan


Hai!! Kembali lagi dalam blog saya. Masih ingatkan minggu lalu saya posting tentang suka duka saya disekolah. Jika lupa atau belum tahu, kalian bisa baca ceritanya dipostingan saya sebelumnya. Nah, dalam menjalankan semua suka duka itu, pasti ada teman yang senasib dan sepenangguan dengan saya. Pada postingan kali ini, saya akan bercerita tentang mereka teman-teman saya disekolah yang selalu saling men-support dalam rangka mencapai tujuan kita bersama, yaitu mampu menyelesaikan tugas tepat waktu, berhasil mengerjakan soal ulangan dengan baik dan benar, serta dapat lulus dari SMA Santa Ursula bersama-sama. Untuk bisa dekat dengan teman-teman ini, kami tidak secara instan langsung saling mengenal. Kebanyakan, saya dan teman-teman saya baru dekat saat kelas 11.

Salah satu dari teman saya ini dulunya satu TK dengan saya. Saya mengenal dia semenjak TK, tetapi saat SD dia pindah ke Surabaya. Baru saat SMP dia kembali lagi ke Jakarta, namun kami tidak satu sekolah saat SMP dan baru dekat kembali saat kelas 11. Kebetulan juga, saat baru masuk kelas 11, kami duduk satu meja, sehingga sering berbagi bercerita. Selain itu, ada pula teman saya yang akhirnya dekat karena ternyata dulu kita berada disekolah yang sama namun terpisah antara jarak. Dulu saya SD di Sang Timur, begitu pula dengan teman saya ini juga bersekolah di Sang Timur, namun bedanya saya di Cakung, namun dia di Tomang. Banyaknya kesamaan diantara kedua sekolah ini menyebabkan kami saling bertukar cerita dan menjadi dekat. Ada pula teman yang dekat karena dulu saat camping kelas 10 di Halim Perdanakusuma kami satu kelompok, dan kebetulan teman jurit malam disebelah saya adalah dia. Teman saya juga ada yang dekat dengan saya karena kami berada dalam satu intrakurikuler yang sama di sekolah.

Tak hanya kenal karena disekolah, ada pula beberapa teman saya yang saya kenal diluar sekolah. Saya adalah seorang pengurus misdinar diparoki saya, sehingga jika misdinar saya mengikuti perlombaan antar misdinar, saya pasti ikut. Dari beberapa perlombaan yang diikuti, saya selalu melihat seorang anak sanur yang seangkatan dengan saya, namun tidak saya kenal. Eh ternyata saat kelas 11 kami satu kelas dan akhirnya jadi dekat. Namun ada yang lebih menarik lagi dari yang lain. Pertama kali saya bertemu dengan dia adalah ketika sedang camping kelas 10. Waktu itu kami sedang mengantri untuk mandi, namun karena antriannya sangat panjang, dengan terbatasnya air, serta singkatnya waktu, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mandi. Saat teman saya ini mendengar bahwa saya tidak akan mandi, dia memberikan tatapan tidak enak dan mungkin dalam hatinya dia berkata "ihh jorok banget nih orang". Lama setelah kejadian tersebut, saya tidak sengaja melihat dia sedang terburu-buru berlari menuju ke kereta arah Bekasi. Kebetulan sekali saya selalu pulang sekolah naik kereta ke arah Bekasi. Setelah melihat dia pindah kereta, saya juga buru-buru ikut pindah ke kereta yang akan berangkat lebih dulu. Karena saat itu hanya kita berdua yang memakai seragam yang sama, akhirnya kita berkenalan dan saling bercerita. Ternyata kami sama-sama turun di stasiun Klender Baru. Selain itu banyak hal lain yang sama diantara kita berdua yang membuat kami menjadi semakin dekat. Kebetulan sekali kelas 11 kami satu kelas. Namun sayang, dari beberapa teman ini, saya hanya sekelas dengan teman kereta saya dikelas 12. Walaupun begitu, kami tetap saling men-support satu sama lain, tetap saling mengajarkan dan bermain bersama sebagai teman senasib dan sepenanggungan. Yaaa demikianlah cerita singkat tentang beberapa teman saya di sekolah. Tunggu cerita lain pada postingan selanjutnya!! Sampai jumpa!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Clara atau Elen?

Kebiasaan yang Tidak Biasa

Papa atau Mama yang Anti Mainstream?