7 Hari dalam Seminggu? Nggak Masalah
Hai hai hai!! Kembali lagi dalam
blog saya!! Jika kemarin-kemarin saya sudah bercerita tentang keluarga,
sekolah, dan teman sekolah saya, kali ini saya akan bercerita tentang teman
saya di luar sekolah. Teman saya di luar sekolah adalah teman-teman gereja saya,
lebih tepatnya adalah teman misdinar. Saya dan teman-teman saya dekat karena
kami adalah pengurus misdinar. Kira-kira 7 tahun yang lalu saya mulai bergabung
menjadi anggota misdinar, tetapi saya dan teman-teman saya ini baru dekat 3
tahun lalu saat kami mulai menjabat sebagai pengurus. Satu tahun terakhir ini
jumlah kami ada 10, 6 perempuan dan 4 laki-laki, sedangkan 3 tahun yang lalu
jumlah kami hanya 8. Kepengurusan kami bertambah 2 orang karena ada 2 orang pengurus
yang sudah tidak dapat selalu ada di lingkup gereja karena harus kuliah di
tempat yang agak jauh. Seharusnya kami sudah lengser tahun lalu, namun kami
belum dapat menemukan pengganti ketua misdinar yang mampu meneruskan
kepengurusan kami. Saya sendiri juga sebenarnya bukan anggota pengurus yang
terpilih dari awal, namun pada rapat pertama mereka, ternyata masih dibutuhkan
seorang sekretaris lagi, maka teman-teman saya yang ada dalam kepengurusan
tersebut merekomendasikan saya menjadi sekretaris. Saya baru bergabung 1 minggu
setelah terbentuk kepengurusan tersebut.
Pengurus kami mempunyai sebuah
nama yaitu “Kabinet Gomez” yang konon artinya “Kabinet Gosip dan Malez”. Tetapi
nyatanya memang benar kami banyak gossip dan sedikit malas. Semua ini terbukti saat
kami melakukan rapat. Kami sering melakukan rapat diberbagai tempat, seperti di
gereja, di rumah salah seorang pengurus, dan pernah juga rapat di daerah Puncak dengan
alasan mau survei tempat padahal sebenarnya hanya ingin liburan saja. Kalau
rapat di gereja, waktunya pun tidak tentu, kadang hanya 2 jam saja, namun kadang
bisa sampai 12 jam. Tujuan yang dirapatkan sih tidak terlalu banyak, namun misalnya
dalam 1 jam, 10 menit kami gunakan untuk membahas topik, sedangkan 50 menit
lainnya kami gunakan untuk bercanda dan bergosip. Apalagi jika kita meng-order makanan, saat rapat kelaparan
sehingga tidak bisa focus. Saat makanan datang, kami sibuk makan. Namun setelah
makan, mengantuklah sudah. Bahkan kami punya sebuah slogan “Lapar à
Makan à
Kenyang à
Ngantuk à
Bego deh”. Itulah mengapa rapat kita menjadi sangat lama. Nah, kalau rapat di
rumah seorang pengurus, pasti tidak ketinggalan nonton film horror dulu
ramai-ramai. Takut, takut bareng, teriak, teriak bareng deh. Karena hal-hal
tersebutlah lama-lama kita menjadi sangat dekat dan akrab. Walau kelakuannya
seperti itu, kerjaan selalu beres kok.
Tak hanya di lingkup gereja, kami
juga terkadang suka jalan-jalan keluar untuk saling mengakrabkan diri. Seperti
yang saya tulis, kami pernah pergi ke daerah Puncak survei tempat untuk suatu
acara yang kami buat. Tak hanya ke Puncak, dulu saat kami baru mau mulai
menjabat, kami juga sempat berlibur ke Jogja selama 5 hari. Tak perlu
jauh-jauh, kami juga pernah jalan-jalan ke Ancol saat tiket Ancol gratis pada
liburan kenaikan kelas kemarin. Bahkan saya pernah pulang pukul 1 pagi hanya
karena makan sate taichan saja. Orang tua kami sudah maklum dengan seluruh
kegiatan kami yang sering pulang malam. Walaupun sampai pulang malam begitu dan
tiap minggu harus pergi ke gereja, saya tidak pernah bosan bertemu dengan
mereka. Karena ntah mengapa selalu saja seru dan asik bermain dan bekerja bersama
mereka. Dan yang paling asik selama menjadi pengurus bersama mereka adalah
saat-saat menju Paskah dan saat Tri Hari Paskah. Setiap Sabtu dan Minggu pasti kami
harus selalu ke gereja untuk latihan misdinar. Bahkan pernah sampai 7 hari
dalam seminggu kami ikut latihan misdinar, gladi kotor, gladi bersih, hingga
hari-H di gereja. Lelah sih, tapi seru!! Saya bersyukur bisa terpilih menjadi
seorang pengurus dalam kepengurusan ini dan dapat menemukan teman-teman yang
asiknya bukan main. Tetapi sayang, sekarang kepengurusan kami sudah lengser dan
sudah digantikan oleh kepengurusan selanjutnya. Beberapa teman pengurus saya
juga ada yang sudah berkuliah di tempat yang jauh. Namun saya berharap nanti
saat kami bertemu lagi, keasikan dan keseruan mereka belum hilang. Yaa, sampai
di sini dulu cerita saya tentang teman-teman saya di luar sekolah. Tunggu
cerita-cerita selanjutnya!! Sampai Jumpa!!

Komentar
Posting Komentar